Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 18

Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 18by on.Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 18Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 18 BC.15 : Awal dan Akhir Siang hari, Gerbang Sekolah Setelah melepaskan helem yang ia kenakan, Gilang langsung merampas tangan Fika dari genggaman Bayu. Dan kedua sahabat sejak kecil tersebut, kini saling beradu pandang. Sementara Fika hanya bisa terlihat panik melihat Bayu dan Gilang. Fik.. lo kenal dia? Tanya Gilang […]

tumblr_nsou8jQIpg1u5rz5co1_500 tumblr_nsou8l5IK71u5rz5co1_500Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 18

BC.15 : Awal dan Akhir

Siang hari, Gerbang Sekolah
Setelah melepaskan helem yang ia kenakan, Gilang langsung merampas tangan Fika dari genggaman Bayu. Dan kedua sahabat sejak kecil tersebut, kini saling beradu pandang. Sementara Fika hanya bisa terlihat panik melihat Bayu dan Gilang.

Fik.. lo kenal dia? Tanya Gilang
E..nggak.. Jawab Fika gemetar sambil menundukan kepalanya untuk menghindari tatapan Bayu.
Fika gue minta sekarang lo masuk mobil gue Perintah Bayu sambil menghampiri Fika.
Wow..wow masih aja lo main paksa Bay Ujar Gilang sambil menahan dada Bayu dengan tangan-nya.

Kesal karena Gilang menahan tubuhnya, Bayu langsung menepis tangan Gilang dari dada-nya. Dan tanpa peringatan Bayu tiba-tiba melayangkan tinjunya, hingga tepat menghantam wajah Gilang. Gilang yang tidak sempat mengantisipasi pukulan mendadak Bayu, menjadi tersungkur beberapa langkah kebelakang.
Dengan mata yang terbelalak kaget, Gilang mengusap pipinya. Lalu dengan cepat Gilang bangkit menghampiri Bayu, dengan ayunan tinju yang tepat di arahkan ke arah wajah Bayu. Sementara Bayu langsung reflek menangkis pukulan cepat Gilang. Lalu perkelahian Bayu dan Gilang pun sudah tak terelakan lagi. Namun kali ini perkelahian terlihat seimbang, berkali-kali serangan Bayu berhasil di tepis oleh Gilang, begitu pun sebaliknya.
Fika yang masih terkejut dengan perkelahian yang tiba-tiba terjadi, langsung berlari untuk melerai perkelahian tersebut. Namun tiba-tiba seseorang muncul menahan tangan Fika, yang ternyata Irfan.

Diem disini.. Perintah Irfan dingin hingga membuat Fika yang masih terkejut, langsung patuh terdiam.

Setelah menahan Fika, Irfan berjalan dengan santai menghampiri perkelahian sengit tersebut. Setelah itu dengan cepat Irfan mendorong bagian dada Bayu dan Gilang untuk memisahkan keduanya. Tentu saja kehadiran Irfan membuat Gilang dan Bayu terkejut. Dengan wajah yang penuh memar dan nafas yang tersengal keduanya kini terbelalak menatap Irfan.

Cih.. ngapain kalian bikin ribut disini?.. Tanya Irfan santai sambil membenarkan letak kaca matanya.
Ngapain lo nongol segala sih? Ujar Gilang lemas, sambil memukul dahinya sendiri.

Sedangkan ekspresi wajah Bayu berubah konyol, sambil menutup mulutnya untuk berusaha menahan tawa. Tentu saja Bayu sama sekali tidak tahu kalau ternyata Gilang satu sekolah dengan Irfan.

Wah.. Mantan pacar dan tunangan kakak gue satu sekolah? Ini mimpi yah?hahahahaha Ledek Bayu yang tidak kuasa lagi menahan tawa dengan wajah konyolnya.
Ck kan.. lo sih pake nongol segala Protes Gilang kepada Irfan, sambil menjambak rambutnya sendiri untuk menahan kesal
Irfan pun hanya diam, namun kali ini ekspresi dingin yang memnjadi ciri khasnya terlihat pudar dan mulai terlihat sedikit kikuk.
Ciecie akur nih..huahahahahha Ledek Bayu semakin menjadi-jadi.
Ma..mantan?.. Tu..tunangan?.. Gumam Fika heran.

Hanya Fika lah satu-satu-nya yang masih tidak mengerti hubungan rumit antara ke tiga remaja tersebut, dan hanya mampu memasang ekspresi penuh tanya di wajah polosnya. Kesal melihat Bayu yang terus tertawa terbahak-bahak, Gilang langsung menyambar tangan Fika yang sedang terdiam bingung.

Fik ayo.. Ujar Gilang langsung menarik Fika.
Hey Fika bareng gue..titik Selak Bayu langsung menyambar tangan Fika yang satunya.
Kan dia udah bilang gak kenal sama lo Bentak Gilang langsung menarik tangan Fika, hingga membuat Fika terhuyung-huyung mendekat kea rah Gilang.
Gue gak perduli.. pokonya Fika bareng gue.. Ujar Bayu tidak mau kalah, sambil ikut menarik tangan Fika kea rah-nya.

Tentu saja hal tersebut menjadikan Fika korban tarik menarik antara Gilang dan Bayu. Dengan wajah polos penuh kebingungan Fika terus terhuyung-huyung kesana-kemari mengikuti tarikan Gilang dan Bayu, yang terus tidak mau mengalah satu sama lainnya.

Hingga beberapa saat, Fika mulai terlihat kesal dan wajahnya berubah merah. Lalu Fika pun mulai menghirup nafas dalam-dalam untuk bersiap meledakan amarahnya kepada GIlang dan Bayu. Namun tiba-tiba Irfan datang dan menarik seketika tubuh Fika hingga terlepas dari jeratan tangan Bayu dan Gilang.

Ayo.. lo bareng gue Ujar Irfan tiba-tiba, sambil terus menarik tangan Fika keluar daru kerumunan dan terus ke arah parkiran sekolah.
Eee..eeehhhh Ucap Fika, Gilang, Dan Bayu bersamaan.

Gilang dan Bayu pun masih terbelalak tidak percaya saat Jazz putih milik Irfan melaju mewati gerbang sekolah, dengan membawa Fika di dalam-nya.
Waduh Gil Ujar Bayu tak percaya, sambil menatap ke arah mobil Irfan yang semakin menjauh.
Waduh Bay.. Balas Gilang serupa.
Anjing Kok jadi tambah kesel gue Ujar Bayu dengan wajah terbelalak konyol.
Sama.. Ujar Gilang sambil memakai helem dan kembali menaiki motor-nya.
Woy.. Kita belum selesai.. ! teriak Bayu
Kenapa?.. gue gak perduli kalo lo jadiin pertunangan gue dan Nadiya senjata buat ngambil Fika dari gue. Ujar Gilang, lalu pergi memacu motor bebek-nya, meninggalkan Bayu.

Kini hanya tinggal Bayu yang sedang berdiri ditengah kerumunan anak Sma yang perlahan-lahan mulai bubar, karena pertunjukan telah selesai siang itu. Dengan Senyum penuh arti, Bayu mulai memandang papan nama sekolah SMA yang terpampang di atas gerbang .
Sementara itu mobil Jazz putih milik Irfan terus melau membelah kemacetan lalu lintas siang itu. Sambil terus fokus mengemudi, Irfan terus diam membisu. Sedangkan Fika teus tertunduk canggung sambil memainkan tali tas ransel-nya.Harus semobil dengan Irfan membuat Fika begitu canggung sambil sesekali melirik ke arah cinta pertamanya tersebut.

Pulang ke rumah? Tanya Irfan tanpa menoleh sedikit-pun.

Eh.. kenapa kak? Jawab Fika tidak fokus.
Lo mau pulang ke rumah?

Pertanyaan Irfan, membuat Fika teringat dengan janjinya dengan Om Budi. Seperti biasa Om Budi meminta Fika untuk menemani teman-nya. Dan kebetulan kali ini adalah giliran Om Har yang kembali menginginkan jasa tubuh Fika.

Kak aku turun di halte depan aja deh Pinta Fika
Yaudah.. Jawab Irfan cepat, menggugurkan harapan Fika yang menginginkan tanggapan lebih.
Emm.. anu maaf kak.. kakak kenal Bayu ? Tanya Fika ragu sambil menatap wajah pria impiannya itu.

Semenjak kejadian tadi, Fika memang penasaran dengan hubungan Bayu, Irfan dan Gilang yang terlihat saling mengenal satu sama lain. Terlebih lagi tadi Fika sempat mendengar Bayu mengucapkan kata tunangan dan mantan, hingga Fika terus terngiang penasaran dengan ucapan Bayu tersebut.

Dulu Kenapa emangnya? Jawab Irfan acuh tanpa menoleh sedikitpun.
Oh gitu yah..cuman nanya aja kok kak Jawab Fika dengan senyum yang dibuat-buat.

Tak lama mereka pun sampai di halte yang Fika maksud, dengan segera Fika pun turun dari mobil sambil terus menatap ke arah Irfan. Walau bagai manapun sikap Irfan sekarang, Irfan pernah menjadi sosok yang begitu didambakan oleh Fika.

Kak makasih yah.. salam buat Om dan Tante.. ucap Fika lembut.
Ya.. Jawab Irfan singkat sebelum pintu mobil tertutup dan kembali memacu mobilnya meninggalkan Fika.

Sambil terus memandang mobil Irfan yang semakin pergi menjauh, tersimpul senyuman manis di bibir Fika. Setelah mobil tersebut hilang dari pandangan Fika, remaja cantik itupun menghentikan taxi yang kebetulan lewat dan langsung naik kedalam taxi . Taxi tersebut pun meluncur dengan cepat, menuju tempat pertemuan Fika dan Om Har yang telah di janjikan sebelum-nya.
Setelah setengah jam perjalannan, taksi yang di tumpangi Fika pun berhenti di sebuah apartemen mewah yang tidak lain adalah tempat tinggal Om Har yang telah Fika datangi di pertemuan sebelum-nya. Lalu Fika pun membayar ongkos taksi dan berjalan masuk ke lobby apartemen tersebut.Di kursi lobby telah terlihat Om Har yang langsung tersenyum, begitu melihat remaja cantik berseragam SMA yang langsung berjalan menghampirinya.

Baru pulang sekolah sayang? Tanya Om Har yang ikut bangkit menhampiri Fika.
iya Om.. maaf Fika gak sempat ganti baju.
Hahaha.. Gak apa-apa sayang, yuk kita langsung jalan atau kamu mau makan siang dulu? Tawar Pria pruhbaya betubuh gemuk tersebut.
Fika udah makan Om..
Oh yaudah yuk jalan Ajak Om Har sambil merangkul pinggang langsing Fika.

Sesampainya di depan lobby, Fika dan Om Har telah di tunggu oleh sebuah mobil SUV mewah berwarna hitam dan keduanya pun langsung naik ke kursi belakang. Terlihat Mang Ujang, supir pribadi Om Har sedang sibuk membersihkan kaca mata hitam-nya dengan tisu.

Eh.. non Fika.. tambah geulis aja nih Sapa Mang Ujang dengan logat sunda-nya.
Ah.. bisa aja mang.. Jawab Fika malu
Udah jalan Jang.. malah godain pacar saya sih Selak Om Har langsung merangkul Fika merapat ke tubuhnya.
Siap bos.. Mau kemana nih kita? Tanya mang Ujang dengan nada konyol seperti biasa.
Udah jalan aja dulu.. ke arah Cawang Jang Perintah Om Har pura-pura galak.
Beres komandan Balas mang Ujang lagi.

Mang Ujang memang sudah mengabdikan dirinya cukup lama kepada Om Har, membuat keduanya begitu dekat dan mang Ujang pun tidak sungkan lagi untuk bercanda dengan Om har, walau tetap menghormati majikannya tersebut.
Tentu saja Mang Ujang sudah sangat paham hubungan Om Bram dan Fika. pembawaan supir bertubuh kurus hitam yang konyol dan lucu membuat Fika tidak sulit mengakrabkan diri dengan Mang Ujang. Tak jarang FIka berani meledek kumis lele yang tumbuh tipis di pinggir bibir Mang Ujang.

Siang itu ketiganya terlihat sungguh akrab dan terus saling ledek, sepanjang perjalanan Fika terus tertawa mendengar ocehan konyol dan mang Ujang, yang sesekali meledek majikanya tersebut. Fika yang sangat terlihat menggemaskan membuat Om Har tak tahan menahan birahi, dan mulai menyingkap rok Fika hingga kedua paha mulus Fika terbuka dan mengusap lembut paha halus tersebut.

Om.. malu ah ada Mang Ujang Pinta Fika panik, sambil terus menepis tangan Om Har.
Malu kenapa.. masa sama si Ujang malu sih? Ujar Om Har semakin berani dan mulai mengelus vagina Fika yang masih ditutupi celana dalam tipis.
Iya neng.. Kaya sama siapa aja.. Ujar Mang Ujang cengengesan.
Gak tahan jang.. mulus banget cewekuhahahha Tambah Om Har bangga sambil mulai memasukan jarinya ke celah celana dalam Fika.

Sementara Fika dengan muka yang memerah menahan malu, terus berusaha menurunkan rok seragamnya yang tersingkap. Namun percuma karena Om Har terus menangkis tangan Fika.

Om.. Fika malu.. jangan gini dong Mohon Fika memelas.
Diem sayang.. Kamu lupa perjanjian nya? Ujar Om Bram

Fika pun teringat dengan pembicaran-nya dengan Om Budi, yang meminta Fika untuk mematuhi dan melakukan segala perintah serta keinginan Om Har. Memang kali ini Om Har berani membayar dua kali lipat dari biasanya, dengan syarat FIka harus benar-benar patuh terhadap setiap perintah Om Har. Sedangkan Fika tidak dapat lagi menolak, karena terancam tidak dapat mengikuti ujian semester jika tidak melunasi tagihan buku paket dan pembayaran ujian. Walaupun sebenarnya nominal uang yang Fika butuhkan sangat sedikit, jika dibadingkan dengan bayaran dari Om Har, Namun Fika tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan uang dalam waktu dekat.
Kini siswi cantik tersebut mulai mengendurkan perlawanan-nya, dan membiarkan Om Har meneruskan aksi bejat-nya. Melihat Fika yang sudah mulai pasrah, Om Har pun tersenyum menang sambil mengelus rambut panjang Fika.

Gitu dong sayang.. Masa malu sama Mang Ujang iya gak jang?
Iya neng hihihihi Jawab mang Ujang cengengesan sambil menatap wajah cantik Fika dari kaca sepion tengah.
Fik.. kamu cukur jembut yah sayang? Tanya Om Har yang merasakan vagina Fika yang mulus tanpa bulu. Yang di jawab dengan anggukan kecil Fika.
Wah coba Om mau liat dong sayang..

Fika pun terkejut karena Om Har langsung menggapai pinggiran celana dalam Fika dan mulai melorotkan-nya. Tanpa perlawanan Fika pun mengangkat pinggulnya untuk memudahkan Om Har melepas celana dalamnya. Dengan seketika celana dalam Fika terlepas, hingga memamerkan vagina Fika yang mulus kecoklatan. Klitoris dan labia minora Fika yang sedikit mengintip kecoklatan, tanpa adanya bulu yang menghalangi.
Om Har pun merentangkan kedua paha mulus Fika, membuat Fika hanya mampu tertunduk malu mengharapkan Mang Ujang tidak melihat aksi bejat Om Har. Dan tiba-tiba Om Har langsung menyambar dan melumat bibir Fika sambil meremas payudara remaja berseragam SMA tersebut.

Awas bos mau lampu merah nih depan.. Ujar Mang Ujang sambil menatap lewat sepion tengah.

Om Har pun melepaskan bibir dan payudara FIka dari cumbuannya, Fika pun segera merapihkan seragamnya yang sudah terlihat berantakan.

Ganggu aja kamu Jang Protes Om Har sambil cengengesan.
Hahahha.. dikasih tau malah marah.. nanti kelihatan dari luar loh bos..
Gak mungkin keliatan jang kan kaca mobilnya gelap.. bilang aja kamu ngiri..hahahha Balas Om Har..
Tau aja bos…hihihihi Ujar Mang Ujang jahil.
Kamu mau nyicipin Fika jang? Tanya Om Har santai.
Kalau di kasih mah gak nolak bos..Heeee
Om Hara kok gitu sih ngomongnya, mang Ujang juga nih.. malah ikut-ikutan!Protes Fika kesal
Pecakapan fulgar kedua pria paruhbaya tersebut sunggu melecehkan FIka, hingga membuatnya kesal dan memukul pundak mang Ujang yang terus tersenyum geni sambil terus melirik ke arah kaca sepion tengah.

Hahahhaha Galak amet sih sayang.. Ujar Om Har sambil kembali merangkul pundak Fika.
Habisnya Jawab Fika sambil merengut kesal.
Habisnya apa sayang kamu masih ingat perjanjiannya kan? Tanya Om Har dengan senyum licik-nya.
Masih.. Om.. Balas Fika setengah hati dan mengerti maksud Om Har.
Sekarang Om mau kamu kocokin kontol mang Ujang
Hah..? Tatapi Om Protes Fika sambil melirik mang Ujang yang tersenyum nakal ke arah kaca sepion tengah.
Tapia pa Fika sayang? Kamu gak mau? Tanya Om Har sambil mengelus pipi Fika lembut.
Bubukan gitu om..ta..tapi Ujar Fika masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Hahahaha.. Jang gak apa-apa kan kalau FIka mau ngocok kontol kamu?
Gak.. apa-apa bos.. yah kan neng Fika?

Fika pun tidak mampu lagi menolak perintah Om Har. Perlahan-lahan tangan kiri Fika mulai bergerak melewati sandaran bangku Mang Ujang, dan langsung meraba selangkangan mang Ujang, untuk mencari posisi penis mang Ujang. Tak lama Fika pun mulai merasakan sesuatu mulai mengeras di balik celana mang Ujang.

Mang maaf keluarin dong ini-nya.. Pinta Fika sambil terus meraba penis Mang Ujang yang masih di bungkus celana jeans.
Jang.. kasih dong, kasian tuh Fika mau ngocok punya kamu.. Hahahha ledek Om Har penuh

Dengan cepat Mang Ujang pun mulai membua resleting celanannya dan mengeluarkan penisnya, sambil terus mencoba fokus ke arah jalan tol yang cukup ramai siang itu. Tangan mulus Fika pun langsung menggengam penis mang Ujang yang berukuran tidak terlalu besar namun panjang.

Awh tangannya dingin neng.. heeee Ujar mang Ujang kegirangan.
hahahahhaa. Kedua pria paruhbaya itu pun tertawa sambil saling melirik penuh arti.

Dengan sekuat tenaga Fika berusaha tenang dan langsung mengocok perlahan penis mang Ujang.Sementara Om Har pun mulai mengelurkan penisnya dan beronani, sambil melihat ke arah siswi SMA yang sedang mengocok penis supir pribadinya.
Walaupun mang ujang dapat merasakan kocakan Fika yang setengah hati, namun sensasi onani dengan tangan remaja secantik dan semulus Fika, sungguh menimbulkan sensasi nikmat tersendiri bagi mang Ujang. Lama ke lamaan mobil SUV yang di tumpangi mereka bertiga pun terasa sedikit oleng, karean mang Ujang mulai termakan birahi dan kehilangan fokusnya.

Mang yang bener nyetirnya ah.. Protes Fika sambil terus mengocok penis panjang mang Ujang.
Bos.. gak kuat nikmat banget tangan neng Fika.. erang Mang Ujang.
Hahahhahahha. Yaudah pinggirin mobil dulu jang.. kamu mau netek sama Fika juga gak? Ujar Om Har santai, membuat Fika melotot kaget kearah Om Har.
Beres bos Balas mang Ujang dengan wajah gembira.

Dan mobil itu pun berhenti di bahu jalan tol, lalu dengan cepat Om Har menarik tubuh Fika agar memberi ruang pada mang Ujang yang langsung menyandarkan tempat duduknya.

Om. Panggil Fika ketakutan membayangkan hal yang akan terjadi pada tubuhnya.
Gak apa-apa.. Buka bajunya sayang.. Perintah Om Har santai sambil melepas satu persatu kancing baju seragam Fika.

Fika pun hanya bisa memasang wajah panik melihat satu-persatu kancing bajunya dilepas oleh Om Bram. Sambil terus mengenggam erat pergelangan tangan Om Har, Fika hanya mampu pasrah ketika seluruh kancing bajunya telah terbuka. Setelah membiarkan bagian depan seragam Fika terbuka, tangan gemuk Om Har pun mulai meraih tali Bh di pundak Fika.

Om jangan om.. Pinta Fika memelas, saat tangan Om Har mulai membuka kaitan bh di pundaknya.
Tanpa memperdulikan wajah panik dan ketakutan Fika, Om Bram melepas kaitan BH Fika dan langsung menaikan cup BH Fika ke atas. Seketika payudara Fika pun menggelantung bebas tanpa penyangga. Fika pun hanya mampu pasrah menatap om Har dengan wajah memohon.

Cepat sayang.. kasian mang Ujang udah nungguin tuh perintah Om Har santai, dan tatapan mengancam.

Fika pun mengambil nafas panjang, dan langsung membalikan badannya ke arah mang Ujang yang sedang bersandar pada jok yang sudah disandarkan ke belakang, sambil mengocok penisnya.Sambil memejamkan matanya Fika pun mendekatkan bagian depan tubuhnya yang telanjang, ke arah mang Ujang.

Neng.. mulus amet sih.. Ujar mang Ujang dengan nafas yang mulai memburu.
Hajar jang kapan lagi kamu bisa nyusu sama anak SMA hahahaha ledek Om Har

Dengan mata yang terus terpejam Fika mulai merasakan tangan kasar mang Ujang mulai membelai setiap senti payudaranya. Walaupun sekuat tenaga menahan diri, Fika pun mulai tidak kuasa menahan rangsangan tangan kasar mang Ujang yang terasa menggelitik di payudaranya.
Fika pun sesekali meringis menahan geli saat jemari mang Ujang mulai bermain dengan putting-nya. Fika terus memejamkan matanya saat merasakan lidah mang Ujang yang basah, bermain di putting-nya. Sementara itu, Om Har langsung beronani sendiri sambil menyaksikan adegan di depannya.

Neng elus-elus pala kontol mamang.. pinta Mang Ujang sambil mengarahkan tangan lembut Fika ke ujung penisnya.
Awwhh mang pelan-pelan.. Jerit Fika dengan mata yang terus terpejam, saat merasakan mang Ujang mulai menghisap kuat putting-nya.

Dan tiba-tiba tangan Om Har langsung ikut meremas payudara Fika yang satunya. Membuat tubuh Fika mulai menggeliat menahan siksaan di kedua payudaranya. beettt Fika pun terkejut saat tiba-tiba wajahnya ditarik ke bawah, dan bibirnya dilumat dengan ganas oleh Mang Ujang. Aroma air liur mang Ujang yang membasahi pipi dan bibi Fika, membuat remaja cantik itu harus menahan nafas mencium aroma rokok bercampur bau mulut mang Ujang.
Sementara itu Om Har pun semakin bernafsu melihat adegan panas Fika dan supirnya. Lalu Om Har pun bangkit ke atas jok mobil dan mengangkat pinggul Fika dan menaruhnya di pangkuan-nya. Dan tanpa aba-aba Om Har langsung membenamkan penis gemuknya ke dalam lubang vagina Fika yang sudah mulai basah.
Fika pun hanya bisa mendesah tertahan sambil memejamkan mata, karena mang Ujang terus melumat bibirnya. Kini pangan Om Hard an Mang ujang mulai meremas masing-masing payudara Fika yang berguncang-guncang mengikuti hentakan penis Om Har.
Cukup lama Fika menerima siksaan nikmat tersebut sampai tiba-tiba tubuhnya menggidik dan mengalamai orgasmenya sendiri. Orgasme Fika membuat om Har semakin bersemangat menusuk vagina Fika yang semakin hangat dan basah.

Neng om Keluar neng.. aahhhh desah Mang Ujang yang sedang menutupi lubang penisnya dengan tisu, untuk menampung semprotan sperma yang keluar.

Di saat yang hampir bersamaan Om Har pun mengangkat pinggang Fika dan menarik dengan paksa wajah Fika untuk menghisap penisnya. Dan croooottt..croootttt Seperma kental Om Har pun menyembur di dalam mulut Fika.
Dan akhirnya kedua pria paruh baya tersebut tergelepar lemas di sandaran kursi masing-masing. Sementara Fika sibuk memuntahkan seperma Om Har pada selembar tisu, dan langsung mengelap wajahnya yang belepotan seperma dan ludah mang Ujang.
Setelah Mang Ujang dan Om Har pulih, merekapun kembali melanjutkan perjalanan. Fika pun sudah kembali mengenakan seragam-nya dengan benar, namun aroma seperma barcampur bau air liur mang Ujang masih terasa kental di mulutnya.

Kenapa neng kok cemberut gitu..? Tanya Mang Ujang dengan senyum penuh bahagia.
Enggak apa-apa mang.. Jawab Fika dengan senyum dipaksakan.
hahahaha. Makasih yah Fik kamu emang luar biasa.. Puji Om Har sambil mengelus pundak Fika yang basah oleh keringat-nya.
Bos mau kemana nih?.. depan udah pintu tol cawang Tanya mang Ujang.
Kita ke tempat dokter Jhoni tapi mampir dulu di pom bensin yah jang Perinta Om Har.
Beres bos
Sementara Fika hanya mampu tersandar lemas, sabil mengharapkan hal ini cepat berakhir tanpa permintaan aneh-aneh dari Om Har. Mobil SUV berisikan ketiga orang tersebut-pun terus meluncur mengantarkan mereka ketempat tujuan, dan sepertinya kegilaan Om Har belum selesai.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.